Tulisan ini membahas peran komunitas ANDESPIN (Anak Desa Sungai Pinang) dalam pengelolaan masyarakat pesisir berbasis komunitas di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana inisiatif lokal merespons kerusakan ekosistem laut sekaligus mengembangkan alternatif ekonomi berbasis sumber daya pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital berbasis konten media sosial khususnya kanal YouTube ANDESPIN serta analisis dokumen desa, laporan komunitas, dan literatur ilmiah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola aktivitas ekonomi, sosial, lingkungan, dan digital yang dijalankan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa ANDESPIN tidak hanya berperan dalam konservasi lingkungan melalui rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, tetapi juga mendorong perubahan sosial-ekonomi melalui pengembangan wisata edukasi, pelibatan pemuda, serta penguatan kapasitas masyarakat. Praktik ini membentuk relasi baru antara masyarakat dengan laut sebagai ruang ekologis sekaligus ekonomi, meskipun perubahan yang terjadi masih bersifat bertahap dan tidak merata di seluruh komunitas. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ketergantungan pada data sekunder dan representasi digital yang diproduksi oleh komunitas, sehingga tidak sepenuhnya menangkap suara masyarakat yang tidak terlibat dalam ruang digital. Meski demikian, temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan maritim berbasis komunitas mampu menjadi strategi adaptif dalam menghadapi tekanan ekologis dan ekonomi di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026