Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradoks Performativitas Digital: Bacaruik di TikTok dan Transformasi Otoritas Budaya Minangkabau Rio Putra Winanda; Ahmad Ismail Guntur; Lia Amelia
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1563

Abstract

Fenomena bacaruik penggunaan ujaran tabu pantek oleh kreator Minangkabau di TikTok menampilkan paradoks performativitas kultural yang mendalam. Penelitian ini menggunakan kerangka teori performativitas Judith Buthler untuk menganalisis bagaimana ujaran tabu berfungsi sebagai Tindakan komunikatif yang membentuk identitas digital, serta konsep ekonomi atensi untuk memahami logika viralitas di platform tiktok. Melalui etnografi digital terhadap 50 konten TikTok dan 10 artikel berita (periode Juni-Agustus2025) dan analisis wacana kritis terhadap 10 artikel berita daring, penelitian ini mengungkap tiga fungsi bacaruik yang saling bertautan: (1) luapan emosional spontan (2) pirana humor ; serta (3) strategi komodifikasi diri yang terukur untuk meraih viralitas. Analisis terhadap respons audiens memetakan spektrum reaksi multidimensional, di mana beyond dikotomi dukungan dan penolakan, terdapat resistensi halus melalui mekanisme sindiran satir. Simpulan studi menegaskan bahwa bacaruik merepresentasikan paradoks performativitas digital: sebuah tindakan yang secara simultan optimal dalam logika algoritmik namun problematik dalam tata kelola kultural. Generasi muda Minangkabau dalam konteks ini bukan penghancur tradisi, melainkan editor budaya yang aktif menulis ulang naskah identitas di ruang digital.
Peran Komunitas ANDESPIN dalam Pengelolaan Masyarakat Pesisir Sungai Pinang Rio Putra Winanda
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i4.85

Abstract

Tulisan ini membahas peran komunitas ANDESPIN (Anak Desa Sungai Pinang) dalam pengelolaan  masyarakat pesisir berbasis komunitas di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana inisiatif lokal merespons kerusakan ekosistem laut sekaligus mengembangkan alternatif ekonomi berbasis sumber daya pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital berbasis konten media sosial khususnya kanal YouTube ANDESPIN serta analisis dokumen desa, laporan komunitas, dan literatur ilmiah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola aktivitas ekonomi, sosial, lingkungan, dan digital yang dijalankan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa ANDESPIN tidak hanya berperan dalam konservasi lingkungan melalui rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, tetapi juga mendorong perubahan sosial-ekonomi melalui pengembangan wisata edukasi, pelibatan pemuda, serta penguatan kapasitas masyarakat. Praktik ini membentuk relasi baru antara masyarakat dengan laut sebagai ruang ekologis sekaligus ekonomi, meskipun perubahan yang terjadi masih bersifat bertahap dan tidak merata di seluruh komunitas. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ketergantungan pada data sekunder dan representasi digital yang diproduksi oleh komunitas, sehingga tidak sepenuhnya menangkap suara masyarakat yang tidak terlibat dalam ruang digital. Meski demikian, temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan maritim berbasis komunitas mampu menjadi strategi adaptif dalam menghadapi tekanan ekologis dan ekonomi di wilayah pesisir.