Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. PT Bina Sarana Sukses (BSS), a coal mining contractor partnering with PT Manoor Bulatn Lestari, set an overburden production target of 4,800,000 BCM in July 2025, increased from 4,200,000 BCM in June 2025. To achieve this target, the company operated a two-shift system with 17 effective working hours per day. However, the change shift process caused production delays because the shift exchange point in the manpower area was located far from the operational pit. This study aimed to reduce delay time and improve production by implementing a Hot Seat Change Shift (HSCS) system at a new change shift location. The change shift process included traveling from the mess to the Transfer of Shift (TOS) area, fingerprint attendance, a five-minute safety briefing (P5M), waiting for the assigned unit, conducting a pre-start inspection (P2H), and operating the unit after safety confirmation. Before HSCS implementation, the average distance from the manpower area to the East Front was 2.20 km, requiring approximately 8.5 minutes for shift change. After implementation, the distance decreased to 1.79 km, reducing the change shift duration to 4.4 minutes. Monthly production improved from a loss of 30,174.26 BCM before implementation to a gain of 17,391.77 BCM, demonstrating that HSCS effectively minimized delays and enhanced operational productivity. Abstrak. PT Bina Sarana Sukses (BSS) merupakan kontraktor pertambangan batubara yang bekerja sama dengan PT Manoor Bulatn Lestari. Pada Juli 2025, perusahaan menetapkan target produksi overburden sebesar 4.800.000 BCM, meningkat dari 4.200.000 BCM pada Juni 2025. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menerapkan sistem kerja dua shift dengan waktu kerja efektif 17 jam per hari. Namun, aktivitas pergantian shift menjadi salah satu penyebab keterlambatan produksi karena lokasi pergantian operator di area manpower berjarak cukup jauh dari area pit. Penelitian ini bertujuan mengurangi waktu keterlambatan dan meningkatkan produktivitas melalui penerapan sistem Hot Seat Change Shift (HSCS) pada lokasi pergantian shift yang baru. Aktivitas pergantian shift meliputi perjalanan dari mess menuju area Transfer of Shift (TOS), absensi sidik jari, pelaksanaan P5M, menunggu unit, pemeriksaan awal kendaraan (P2H), dan pengoperasian unit setelah dinyatakan aman. Sebelum penerapan HSCS, rata-rata jarak dari area manpower ke East Front mencapai 2,20 km dengan waktu pergantian shift sekitar 8,5 menit. Setelah penerapan HSCS, jarak berkurang menjadi 1,79 km dan waktu pergantian shift menjadi sekitar 4,4 menit. Produksi bulanan meningkat dari kehilangan 30.174,26 BCM menjadi tambahan produksi sebesar 17.391,77 BCM, sehingga HSCS terbukti efektif mengurangi keterlambatan dan meningkatkan produktivitas operasi.
Copyrights © 0000