This study was motivated by the low speaking and narrative writing skills of elementary school students, as reflected in their lack of confidence in expressing ideas, limited vocabulary, and difficulties in organizing stories coherently. The study aimed to determine the effect of the Think Talk Write (TTW) learning model assisted by dice media on students' speaking and narrative writing skills at SD Inpres Mangasa 1 Makassar. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving an experimental class and a control class. The participants were fifth-grade students of SD Inpres Mangasa 1 Makassar in the 2025/2026 academic year. Data were collected through pretests and posttests measuring students' speaking and narrative writing skills. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine differences in learning outcomes between the two groups. The findings are expected to indicate that the implementation of the TTW learning model assisted by dice media has a significant positive effect on improving students' speaking and narrative writing skills compared with conventional instruction. Therefore, the TTW model assisted by dice media can serve as an innovative, interactive, and effective alternative for teaching Indonesian language in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa sekolah dasar, yang ditunjukkan oleh kurangnya keberanian mengemukakan pendapat, keterbatasan kosakata, serta kesulitan menyusun cerita secara runtut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media dadu terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa SD Inpres Mangasa 1 Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Inpres Mangasa 1 Kota Makassar pada tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berbicara dan menulis narasi yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TTW berbantuan media dadu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model TTW berbantuan media dadu dapat menjadi alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif, interaktif, dan efektif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026