Industri konstruksi memiliki karakteristik pekerjaan dinamis, penggunaan alat dan material beragam, serta aktivitas di area terbuka maupun ketinggian yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja (failure mode), menilai tingkat risiko berdasarkan Risk Priority Number (RPN), serta merumuskan strategi mitigasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Pembangunan Villa X2 di Berawa, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Penilaian risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan parameter Severity, Occurrence, dan Detection yang dinilai oleh 15 responden. Hasil penelitian menemukan 18 potensi bahaya dengan kategorisasi RPN: 8 risiko rendah, 2 sedang, 3 tinggi, dan 5 sangat tinggi. Lima risiko prioritas tertinggi meliputi pengoperasian pompa pengurasan galian (224), pemadatan tanah (210), pemotongan sisa batu/beton (210), pemasangan struktur lantai tinggi (300), dan pengecoran beton (280). Pengendalian yang berjalan masih dominan administratif dan APD, sehingga diperlukan penguatan rekayasa teknis, prosedur aman, inspeksi peralatan, pelatihan, pemantauan, dan disiplin APD.
Copyrights © 2026