Perhitungan volume galian dan timbunan merupakan elemen kritis dalam proyek konstruksi yang berdampak langsung pada efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan. Penelitian ini menganalisis perbandingan akurasi dan efisiensi antara metode manual Cross Section dengan program Autodesk Civil 3D pada Proyek MRO Hanggar Pondok Cabe yang memiliki variasi topografi tinggi. Data koordinat (X, Y, Z) dari pengukuran Total Station diolah menggunakan Microsoft Excel dengan rumus geometri prisma dan Autodesk Civil 3D dengan fitur volume calculation berbasis perbandingan surface. Hasil penelitian menunjukkan Autodesk Civil 3D menghasilkan volume galian 928,86 m³ dan timbunan 4.341,89 m³, sedangkan metode manual menghasilkan 928,82 m³ dan 4.261,36 m³. Deviasi 1,89% pada timbunan dipicu perbedaan teknik interpolasi TIN pada Civil 3D dibandingkan asumsi linier metode manual. Autodesk Civil 3D terbukti unggul dengan efisiensi waktu 70-80% dan fleksibilitas tinggi melalui sistem dynamic model. Disimpulkan bahwa Autodesk Civil 3D lebih akurat dan efisien untuk proyek kompleks, sementara metode manual tetap relevan sebagai verifikasi lapangan.
Copyrights © 2026