Boneka Barbie beserta perlengkapan arsitektural ikoniknya, Barbie Dreamhouse yang digagas oleh Ruth Handler (1916-2002) membuka wacana baru dalam mengevaluasi arsitektur melalui kacamata feminisme. Diluncurkan pada tahun 1959, Barbie dimaksudkan oleh Handler untuk memperkenalkan nilai-nilai feminis dan mendorong perempuan muda untuk menegaskan hak-hak mereka menuju kesetaraan gender. Artikel ini menguji Barbie Dreamhouse melalui perspektif teori arsitektur feminis dan interiority (interioritas), memandangnya sebagai perangkat spasial yang digunakan untuk menyebarkan gagasan kesetaraan gender. Penelitian ini dilakukan dengan menggambarkan ulang dan menganalisis pemrograman spasial arsitektur, tata letak ruang, tipologi furnitur dan elemen interior Dreamhouse di berbagai periode sejarah dari tahun 1962 hingga 2023. Temuan menunjukkan bahwa Barbie Dreamhouse menanamkan nilai-nilai feminis yang kuat melalui denah lantai dan konfigurasi spasial interiornya. Dengan secara sengaja menghilangkan elemen jangkar domestik tradisional terutama dapur pada desain awal tahun 1962 Dreamhouse mentransformasi ("un-domesticated") hunian perempuan, mengubah ranah pribadi dari tempat kerja domestik tanpa dibayar menjadi ruang agensi individu, privasi spasial dan otonomi pribadi. Lebih jauh lagi, transformasi desain Dreamhouse selama enam dekade merefleksikan evolusi wacana feminis global yang sedang berlangsung, mencatat bagaimana domesticity miniatur secara terus-menerus mendefinisikan ulang agensi spasial perempuan.
Copyrights © 2026