Pencak silat merupakan warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui UNESCO, mencakup empat aspek yang saling terintegrasi, yaitu bela diri, seni, mental-spiritual, dan olahraga. Di Minangkabau, pencak silat dikenal sebagai silek yang berkedudukan istimewa sebagai "pagar diri" sekaligus "pagar nagari". Jurus Tunggal merupakan kategori seni pencak silat yang menonjolkan keindahan gerak sekaligus keterampilan teknik bela diri, namun kajian akademik yang secara khusus membedah struktur bentuk geraknya di Perguruan Anak Nagari, Nagari Salido, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam bentuk gerak Jurus Tunggal Pencak Silat/Seni di perguruan tersebut, meliputi ragam gerak, struktur/urutan gerak, unsur pendukung sajian (tenaga, ruang, waktu), penggunaan senjata, properti, kostum, serta nilai filosofis di dalamnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi dan etnokoreologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pimpinan dan pelatih perguruan, dokumentasi audio-visual, serta studi pustaka, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jurus Tunggal Baku IPSI yang diperagakan di Perguruan Anak Nagari terdiri atas 100 gerakan yang tersusun dalam tujuh jurus tangan kosong, tiga jurus senjata golok, dan empat jurus senjata toya, dengan durasi penyajian kurang lebih tiga menit. Analisis dengan teori Choreometrics Alan Lomax memperlihatkan variasi sikap tubuh, penggunaan anggota tubuh, dan dinamika gerak (tenaga, ruang, waktu) yang khas pada tiap segmen jurus, sedangkan analisis struktur gerak Ben Suharto memperlihatkan susunan hierarkis dari unsur gerak, motif gerak, frase gerak, kalimat gerak, hingga gugus gerak. Nilai filosofis yang terkandung bersifat umum sesuai ketentuan Jurus Tunggal Baku IPSI, yakni keberanian, kejujuran, keadilan, saling menghormati, kedisiplinan, dan ketekunan. Penelitian ini diharapkan menjadi dokumentasi ilmiah bagi pelestarian identitas gerak Perguruan Anak Nagari sekaligus memperkaya kajian pencak silat sebagai seni pertunjukan tradisional Minangkabau.
Copyrights © 2026