Diabetes melitus tipe-2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga membutuhkan pelayanan kefarmasian yang bermutu untuk mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan pasien diabetes melitus tipe-2 dengan mutu pelayanan farmasi di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 80 pasien diabetes melitus tipe-2 yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,05) sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,0% responden berada pada kategori sangat puas dan 46,3% pada kategori puas. Mutu pelayanan farmasi dinilai sangat baik oleh 60,0% responden dan baik oleh 36,3% responden. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien dengan mutu pelayanan farmasi (p = 0,000; r = 0,744), yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan hubungan yang kuat. Oleh karens itu, semakin baik mutu pelayanan farmasi, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.
Copyrights © 2026