Cookies merupakan produk pangan kering dengan tekstur renyah, kadar air rendah, dan daya simpan relatif lama. Umumnya cookies dibuat dari tepung terigu, namun ketergantungan pada bahan impor mendorong diversifikasi dengan memanfaatkan bahan lokal seperti sukun yang kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Pengolahan sukun menjadi tepung diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta penggunaannya dalam produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio terbaik tepung sukun sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan cookies berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu rasio tepung sukun dan tepung terigu yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu 0%:100%, 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, dan 60%:40%, dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tepung sukun 50% : tepung terigu 50%. Karakteristik fisikokimia cookies pada perlakuan terbaik meliputi kadar air sebesar 3,66%, abu 2,83%, lemak 29,97%, protein 13,40%, dan karbohidrat 50,14%. Hasil uji sensori menunjukkan warna 3,60 (coklat), aroma 3,63 (sukun), rasa 3,43 (sukun) , tekstur 3,07 (renyah), dan keseluruhan 3,60 (suka).
Copyrights © 2026