Lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan dan literasi kesehatan sejak usia dini. Namun, pemanfaatan lahan sekolah serta pemahaman siswa tentang tanaman obat keluarga (TOGA) di SD Negeri Jurangombo 1 Kota Magelang masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan apotek hidup berbasis digital sebagai media pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pengalaman langsung, teknologi QR Code, dan kearifan lokal (local genius) Magelang. Metode yang digunakan berupa observasi partisipatif dan pendampingan kegiatan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Magelang yang dilaksanakan selama 24 November–12 Desember 2025. Subjek kegiatan meliputi 56 siswa kelas IV dan V. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pembuatan dan pengecatan pot dari botol bekas, pembuatan eco enzyme dari sampah organik, serta penanaman tanaman TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman siswa terhadap jenis dan manfaat tanaman obat, tumbuhnya kreativitas siswa melalui pemanfaatan barang bekas, serta meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Program ini juga berhasil menghasilkan taman apotek hidup yang edukatif dan berkelanjutan sebagai media pembelajaran IPA dan pendidikan lingkungan hidup. Dengan demikian, pengembangan apotek hidup berbasis digital dan kearifan lokal efektif sebagai upaya penguatan literasi lingkungan, pembelajaran bermakna, dan pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Â
Copyrights © 2026