Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Vol 19, No 2: Agustus (2026)

Toksisitas Akut Antihipertensi Amlodipine Pada Ikan Cere (Gambusia affinis)

Ade Yamindago (Universitas Brawijaya)
Salma Intan Nabila (Universitas Brawijaya)
Siti Nurchotipah (Universitas Brawijaya)
Muhammad Arif As’adi (Universitas Brawijaya)
Dian Aliviyanti (Universitas Brawijaya)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2026

Abstract

ABSTRAKSenyawa farmasi merupakan salah satu kelompok kontaminan baru yang umum terdeteksi di lingkungan pesisir dan laut. Senyawa-senyawa tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap organisme akuatik dan berkontribusi terhadap ketidakseimbangan ekosistem. Amlodipin (AML), salah satu obat antihipertensi, merupakan obat yang banyak diresepkan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi). AML dapat terdistribusi ke lingkungan melalui ekskresi sisa metabolisme dari tubuh manusia, pembuangan obat yang telah kedaluwarsa, serta pelepasan dari proses pengolahan limbah. AML memiliki laju ekskresi yang lambat di dalam tubuh manusia dan waktu paruh yang relatif panjang, sehingga dapat meningkatkan persistensi dan potensi risikonya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut (LC50) dan efek subletal AML terhadap ikan cere (Gambusia affinis), yaitu salah satu spesies ikan yang memiliki peran ekologis penting sebagai organisme pengendali hayati dalam ekosistem perairan. Uji toksisitas akut dilakukan selama 96 jam untuk mengevaluasi mortalitas ikan yang terpapar AML. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi pengaruh paparan AML subletal terhadap konsumsi oksigen, perilaku makan, dan kerusakan jaringan sebagai respons fisiologis dan histologis. Nilai konsentrasi letal median (LC50) AML pada ikan cere masing-masing sebesar 117,2 mg/L dan 75,5 mg/L setelah paparan selama 24 jam dan 48 jam, sedangkan nilai LC50 pada 72 jam dan 96 jam tidak dapat dihitung berdasarkan tingkat mortalitas ikan cere. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa paparan AML dengan konsentrasi 2 mg/L secara signifikan dapat meningkatkan konsumsi oksigen setelah 2 jam dan 4 jam, sedangkan konsumsi makanan menurun secara signifikan setelah paparan selama 48, 72, dan 96 jam pada konsentrasi serendah-rendahnya 0,25 mg/L. Paparan AML juga menyebabkan hiperplasia dan nekrosis pada konsentrasi serendah-rendahnya 0,5 mg/L setelah paparan selama 24 jam. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa paparan AML dapat menyebabkan mortalitas, stres fisiologis, perubahan perilaku makan, dan kerusakan jaringan pada ikan cere. Dampak tersebut berpotensi mengganggu kestabilan ekologi di ekosistem pesisir dan laut.Kata kunci: kematian ikan, kerusakan jaringan, tekanan darah, nafsu makan, tingkah laku renang ABSTRACTPharmaceutical compounds are among the emerging contaminants commonly detected in coastal and marine environments. These compounds have the potential to pose risks to aquatic organisms and contribute to ecological imbalance. Amlodipine (AML), an antihypertensive drug, is widely prescribed for the treatment of high blood pressure (hypertension). AML can enter the environment through the excretion of unmetabolized residues and metabolites from the human body, disposal of expired pharmaceuticals, and release from wastewater treatment processes. AML has a relatively slow elimination rate in humans and a relatively long half-life, which may increase its environmental persistence and potential ecological risks. This study aimed to evaluate the acute toxicity (LC50) and sublethal  effects  of  AML  on  the  mosquitofish  (Gambusia  affinis),  a  fish  species  with  ecological importance as a biological control organism in aquatic ecosystems. A 96-h acute toxicity test was conducted to evaluate the mortality of fish exposed to AML. In addition, the effects of sublethal AML exposure on oxygen consumption, feeding behavior, and tissue damage were evaluated as physiological and histological responses. The median lethal concentration (LC50) values of AML in mosquitofish were 117.2 mg/L and 75.5 mg/L after 24 and 48 h of exposure, respectively, whereas the LC50 values at 72 and 96 h could not be calculated based on the observed mortality rates. The results also showed that exposure to AML at a concentration of 2 mg/L significantly increased oxygen consumption after 2 and 4 h of exposure. However, food consumption decreased significantly after 48, 72, and 96 h of exposure at concentrations as low as 0.25 mg/L. AML exposure also induced hyperplasia and necrosis at concentrations as low as 0.5 mg/L following 24 h of exposure. These findings demonstrate that AML exposure can cause mortality, physiological stress, alterations in feeding behavior, and tissue damage in the mosquitofish. Such effects may potentially disrupt ecological stability in coastal and marine ecosystems.Keywords: fish mortality, tissue damage, blood tension, food appetite, swimming behavior

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JK

Publisher

Subject

Description

This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and ...