Manfaat minyak atsiri yang sangat banyak akan meningkatkan permintaan dalam jumlah yang banyak, sehingga untuk mendapatkan hasil yang optimal peneliti terus melakukan penelitian di bidang ini. Beberapa metode proses yang dapat digunakan untuk memperoleh minyak atsiri. Beberapa metode digunakan peneliti untuk mengetahui perolehan produk terbaik. Telah digunakan metode maserasi, dengan variasi beberapa pelarut sebagai pembanding, yang mana filtrat hasil maserasi selanjutnya distilasi untuk memperoleh minyak atsiri yang murni untuk mencari cara produksi minyak atsiri yang efisien dan menentukan pelarut terbaik untuk proses produksinya. Pelarut yang digunakan yaitu; Metanol, Etanol, n-Hexana dan juga Air. Tahapan metode maserasi, sampel sereh disiapkan 150 g dengan ukuran 1 cm, direndam oleh pelarut sebanyak 1 L dalam wadah tertutup selama 24 jam. Selanjutnya filtrat tersebut didistilasi untuk mendapatkan produk yang murni, kemudian dikarakterisasi menggunakan GC-MS. Hasil penelitian membuktikan bahwa minyak lebih banyak diekstrak oleh pelarut etanol dibandingkan pelarut yang lain, yaitu mencapai 23,31 g dan hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa minyak sereh mengandung 25,75 % Geraniol. Sehingga disimpulkan Geraniol lebih larut dalam pelarut Etanol karena kepolaran senyawa -senyawa di dalam minyak sereh lebih dekat dengan kepolaran Etanol, sehingga jumlah rendemen yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan ektraksi menggunakan selain Etanol.
Copyrights © 2023