Sebagai salah satu perusahaan agroindustri terbesar di Indonesia bergerak dalam bidang industri pakan ternak sudah tentu memiliki standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang baik. Akan tetapi sepanjang tahun 2022 di industri ini masih terjadi kecelakaan kerja khususnya pada proses produksi. Kecelakaan kerja yang terjadi pada tahap ringan hingga sedang. Melihat kondisi ini dipandang perlu untuk melakukan upaya pencegahan dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja, salah satunya menggunakan Job Safety Analysis. Metode Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk mengidentifikasi bahaya pada proses produksi serta memberikan usulan tindakan pencegahan. Berdasarkan pada hasil Job Safety Analysis bahwa aktivitas pada sektor permesinan dan proses maintenance mesin memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja seperti terkena percikan pembakaran boiler, tergelincir, terjepit dan lainnya. Diperlukan pengawasan yang ketat pada operator untuk mengenakan Alat Pelindung Diri sebelum bekerja, memastikan operator mengikuti instruksi kerja dan standar operasi prosedur dalam bekerja sehingga risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir.
Copyrights © 2024