Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Dalam hal ini, variabel bebas adalah Self-Regulated Learning, sedangkan variabel terikat adalah Kemampuan Pemecahan Masalah. Data yang digunakan meliputi data asosiatif untuk menganalisis hubungan serta pengaruh antara kedua variabel. Hasil uji F menunjukkan nilai F-hitung sebesar 63,644 lebih besar dari F-tabel sebesar 3,908 dengan signifikansi < 0,001, yang berarti model regresi layak digunakan. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 7,978 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,977 dengan signifikansi < 0,001, sehingga Self-Regulated Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah. Persamaan regresi yang diperoleh adalah , yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada Self-Regulated Learning akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sebesar 0,502 satuan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,311 menunjukkan bahwa 31,1% variasi kemampuan pemecahan masalah dijelaskan oleh Self-Regulated Learning, sementara sisanya 68,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Self-Regulated Learning memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, di mana semakin tinggi tingkat pengaturan diri dalam belajar, semakin baik pula kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah.
Copyrights © 2026