Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pemberdayaan, kepemimpinan transformasional, dan keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai ASN Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Mamuju yang berjumlah 93 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh, sehingga diperoleh 93 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima jenjang sebagai instrumen utama yang didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pemberdayaan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,411 > ttabel 1,987 dan signifikansi 0,018 < 0,05. Kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dengan nilai thitung 2,641 > ttabel 1,987 dan signifikansi 0,010 < 0,05. Keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel paling dominan dengan nilai thitung 5,484 > ttabel 1,987, signifikansi 0,000 < 0,05, dan koefisien regresi terbesar sebesar 0,504. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 44,990 > Ftabel 2,71 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,603, yang berarti kontribusi ketiga variabel bebas dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 60,3% dan berada pada kategori kuat, sedangkan 39,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026