Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran selada hidroponik melalui pemanfaatan digital marketing pada Samata Green House (SGH), Kabupaten Gowa. Latar belakang penelitian didasari meningkatnya permintaan sayuran hidroponik di kalangan masyarakat urban yang peduli kesehatan, namun masih menghadapi kendala harga, distribusi, dan persaingan pasar. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitis dengan studi kasus dan penentuan lokasi secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik, manajer, konsumen, mitra bisnis, pemasok, pesaing, dan instansi pemerintah, lalu dianalisis menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT, Matriks Strategi Besar, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan nilai matriks IFE 3,046 dan EFE 3,363, menempatkan SGH pada Kuadran I Matriks Strategi Besar yang merekomendasikan strategi agresif. Analisis SWOT menghasilkan empat alternatif strategi: pengembangan produk, pengembangan pasar, promosi digital, dan efisiensi distribusi. QSPM menegaskan bahwa strategi prioritas adalah pengembangan produk dengan skor STAS tertinggi 6,710, yaitu menjaga kualitas premium selada hidroponik sekaligus menambah varian baru untuk memperluas pasar. Kesimpulannya, strategi pengembangan produk yang terintegrasi dengan digital marketing, branding lokal, serta perluasan distribusi menjadi langkah utama bagi SGH dalam meningkatkan daya saing agribisnis hortikultura hidroponik.
Copyrights © 2026