Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFESIENSI USAHA PEMBIBITAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN TAKALAR Abdul Halil; Rahmawati Rahmawati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 2: DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.499 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i2.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha pembibitan udang vaname, di Kabupaten Takalar. Penentuan sampel dilakukan secara sensus dimana seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel. yaitu berjumlah 12 orang pengusaha pembibitan udang vaname. Analisis data menggunakan analisis penerimaan, biaya produksi dan pendapatan. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa produksi usaha pembibitan udang vaname rata-rata per kolamnya sebesar 1.000.000 ekor dengan harga 1,3/ekor. Biaya produksi yaitu biaya variable, rata-rata sebesar Rp 8.383.335 dan biaya tetap, rata-rata sebesar Rp 10.100.981. Jadi, total biaya produksi rata-rata sebesar Rp 22.842.648. Total penerimaan petani yaitu produksi di kali dengan harga, rata- rata sebesar Rp 37.750.000; dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp 15.343.315.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM USAHATANI RUMPUT LAUT DI DESA BONTOSUNGGU KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Nurul Fadhila Rasyid; amruddin ambo enre; Nadir Nadir; Abdul Halil
AgriMu Vol 2, No 1 (2022): AgriMu Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i1.7165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan peran modal sosial dalam usahatani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan secara purposive sampling yaitu informan yang dipilih atau ditentukan secara sengaja. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriftif kualitatif meliputipenyajian data, reduksi, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto di awali dengan pembibitan, penanaman di laut dan pemanenan pasca panen yang dilakukan oleh petani hanya sampai pengeringan saja. Adapun modal sosial yang dianut oleh petani dan pedagang dalam usahatani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto (1) Kepercayaan rasa saling percaya ini tumbuh dan berakar dari nilai-nilai yangmelekat pada budaya masyarakat, salah satu unsur terpenting dalam kepercayaan adalah adanya perilaku jujur, toleransi, dan adil. (2) Norma merupakan aturan yang di harapkan dipatuhi dan diikuti oleh masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis norma sosial yang di anut oleh petani terbentuk melalui tradisi yang selalu dilakukan oleh petani. (3) Jaringan sosial yang masih mempunyai ikatan erat dan kental melalui saling tukar informasi selain itu dengan adanya jaringan maka petani mudah melakukan penjualan hasil usahataninya (4) Hubungan Timbal Balik yang masih dilakukan baik petani maupun pedagang yaitu saling membantu baik dalam segi tenaga maupun modalmaka dapat memudahkan pekerjaan petani rumput laut dalam meyelesaikan pekerjaannya dalam berusahatani rumput laut. Kata kunci : modal sosial, rumput laut, usahatani, peran
STRATEGI PEMASARAN SELADA HIDROPONIK MELALUI DIGITAL MARKETING DI SAMATA GREEN HOUSE KABUPATEN GOWA Syafii Hafid, Ahmad; Abdul Halil; Sahlan; Amruddin; Firmansyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran selada hidroponik melalui pemanfaatan digital marketing pada Samata Green House (SGH), Kabupaten Gowa. Latar belakang penelitian didasari meningkatnya permintaan sayuran hidroponik di kalangan masyarakat urban yang peduli kesehatan, namun masih menghadapi kendala harga, distribusi, dan persaingan pasar. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitis dengan studi kasus dan penentuan lokasi secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik, manajer, konsumen, mitra bisnis, pemasok, pesaing, dan instansi pemerintah, lalu dianalisis menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT, Matriks Strategi Besar, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan nilai matriks IFE 3,046 dan EFE 3,363, menempatkan SGH pada Kuadran I Matriks Strategi Besar yang merekomendasikan strategi agresif. Analisis SWOT menghasilkan empat alternatif strategi: pengembangan produk, pengembangan pasar, promosi digital, dan efisiensi distribusi. QSPM menegaskan bahwa strategi prioritas adalah pengembangan produk dengan skor STAS tertinggi 6,710, yaitu menjaga kualitas premium selada hidroponik sekaligus menambah varian baru untuk memperluas pasar. Kesimpulannya, strategi pengembangan produk yang terintegrasi dengan digital marketing, branding lokal, serta perluasan distribusi menjadi langkah utama bagi SGH dalam meningkatkan daya saing agribisnis hortikultura hidroponik.