Penelitian ini membahas video musik “Satu Kali” karya Tulus sebagai media persuasi pengembangan diri bagi mahasiswa. Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik dan tantangan psikologis yang dapat menghambat proses pengembangan diri, sehingga diperlukan media yang mampu menghadirkan pesan motivasional secara emosional dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengembangan pesan diri dikodekan dalam visual dan lirik video musik “Satu Kali” serta bagaimana audiens siswa memaknai pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Analisis dilakukan melalui kajian coding pesan pada visual dan lirik, serta studi penerimaan audiens berdasarkan teori coding–decoding Stuart Hall melalui kuesioner terbuka terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video musik “Satu Kali” mengodekan makna dominan tentang kesadaran hidup, refleksi diri, dan pentingnya menghargai setiap fase kehidupan. Dalam proses decoding, sebagian besar audiens berada pada posisi dominan, sementara sisanya berada pada posisi negosiasi dan oposisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video musik “Satu Kali” memiliki potensi sebagai media persuasi pengembangan diri, meskipun pemaknaannya dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman pribadi penonton.
Copyrights © 2026