Bacaan salat adalah teks Arab otentik yang diucapkan dan dihafal umat Islam setiap hari, namun jarang dijadikan objek kajian nahwu-ṣaraf yang tuntas dalam pembelajaran Muṭala'ah di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan memetakan secara menyeluruh, kata demi kata, seluruh bentuk kalimah — isim, fi'il, dan huruf — beserta wazan (pola bentukan)-nya pada rangkaian bacaan salat wajib, dari takbiratulihram hingga salam, sekaligus merumuskan implikasinya sebagai materi ajar Muṭala'ah berbasis teks otentik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen (content analysis): setiap kata pada sembilan segmen bacaan salat diidentifikasi, diklasifikasikan jenis kalimahnya, ditentukan wazan/polanya bila berupa fi'il atau isim musytaq, kemudian ditafsirkan fungsi sintaksisnya. Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk kata yang lengkap: fi'il māḍī pada lafal pujian dan pengakuan (سَمِعَ، حَمِدَ، فَطَرَ), fi'il muḍāri' pada pernyataan sikap berkelanjutan (نَعْبُدُ، نَسْتَعِينُ، أَشْهَدُ), fi'il amr yang terkonsentrasi pada doa duduk di antara dua sujud (اغْفِرْ، ارْحَمْنِي، اهْدِنِي) dan shalawat (صَلِّ، بَارِكْ), serta isim dalam beragam bentuk — ḍamīr, isyārah, maṣdar, tafḍīl, maf'ūl, dan jamak — yang mendominasi hampir 70% dari keseluruhan kalimah. Temuan ini menegaskan bahwa bacaan salat sangat potensial dijadikan teks otentik pembelajaran Muṭala'ah karena telah dihafal mahasiswa, sarat nilai spiritual, dan representatif secara gramatikal untuk pendekatan induktif teks-ke-kaidah (naṣṣ ilā qā'idah).
Copyrights © 2026