Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah dilakukan melalui pemilihan platform media sosial yang sesuai, penyusunan materi yang relevan dengan kehidupan Generasi Z, penggunaan bahasa yang sederhana dan komunikatif, pengemasan konten secara kreatif melalui video, gambar, storytelling, dan siaran langsung, serta membangun interaksi dengan audiens. Kredibilitas komunikator juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan Generasi Z terhadap pesan keislaman. Komunikasi dakwah melalui media sosial memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman keislaman, terutama dalam meningkatkan pengetahuan agama, memahami nilai-nilai Islam, dan menghubungkan ajaran Islam dengan kehidupan sehari-hari. Namun, keberagaman informasi keagamaan di media sosial menjadi tantangan sehingga diperlukan literasi digital dan literasi keagamaan dalam memilih serta memverifikasi informasi. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana penyiaran Islam yang efektif bagi Generasi Z apabila digunakan secara kreatif, komunikatif, interaktif, dan tetap berlandaskan sumber keislaman yang terpercaya.
Copyrights © 2026