Tekanan tuntutan kerja pada organisasi publik dapat mengurangi keseimbangan kehidupan kerja dan pada akhirnya menurunkan kinerja pegawai apabila tidak diimbangi dukungan organisasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan perceived organizational support terhadap kinerja pegawai melalui work-life balance pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sijunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel 108 pegawai dari populasi 148 ASN yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif terhadap work-life balance (β=-0,647; p<0,001) dan kinerja pegawai (β=-0,301; p<0,001). Perceived organizational support berpengaruh positif terhadap work-life balance (β=0,342; p<0,001) dan kinerja (β=0,259; p<0,001), sedangkan work-life balance berpengaruh positif terhadap kinerja (β=0,527; p<0,001). Work-life balance memediasi secara parsial pengaruh beban kerja (β=-0,341) dan perceived organizational support (β=0,180) terhadap kinerja. Model menjelaskan 50,3% variasi work-life balance dan 70,2% variasi kinerja. Temuan menegaskan pentingnya pengendalian beban kerja, dukungan organisasi, dan keseimbangan peran untuk memperkuat kinerja aparatur. Kata kunci: beban kerja; perceived organizational support; work-life balance; kinerja pegawai; PLS-SEM
Copyrights © 2026