Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang memerlukan perhatian melalui kenaikan pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan asal pangan lokal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi dimanfaatkan dalam menopang pemenuhan kebutuhan gizi. Aktivitas pemberdayaan masyarakat ini bermaksud menaikkan pemahaman masyarakat mengenai stunting, kandungan nutrisi daun kelor, serta keterampilan dalam mengolah daun kelor menjadi puding sebagai salah satu alternatif pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Posyandu Bunga Tanjung RW 02, Kelurahan Margorejo, Metro Selatan, dengan sasaran ibu-ibu Posyandu, ibu hamil, dan balita. Cara pelaksanaan meliputi edukasi mengenai stunting dan pemenuhan nutrisi, penyampaian informasi mengenai daun kelor, serta demonstrasi pengolahan daun kelor menjadi puding. Penilaian kegiatan dijalankan secara kualitatif melalui pengamatan dan dokumentasi. Temuan kegiatan memperlihatkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kandungan nutrisi daun kelor, serta alternatif pemanfaatannya sebagai bahan pangan. Demonstrasi juga menyajikan pengalaman praktis kepada peserta dalam mengolah daun kelor mulai dari persiapan bahan hingga penyajian puding. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan praktik pengolahan pangan lokal dapat menjadi strategi yang aplikatif dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pemenuhan gizi dan usaha pencegahan stunting. Akan tetapi, evaluasi belum memakai pengukuran kuantitatif akibatnya perubahan pengetahuan peserta belum dapat dinyatakan dalam bentuk skor atau persentase.
Copyrights © 2026