Penelitian ini mengeksplorasi posisi doktrinal Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) mengenai otoritas kanon Alkitab dan mengontekstualisasikan pendekatan tersebut bagi Generasi Z. Di tengah pergeseran epistemologis era pascakebenaran (post-truth) yang ditandai dengan pragmatisme dan skeptisisme terhadap otoritas hierarkis, doktrin inspirasi Alkitab sering kali direduksi menjadi mekanis dan kaku. Tulisan ini berargumen bahwa teologi Pantekosta—khususnya dalam bingkai GPdI—menyediakan jembatan teologis yang krusial: dialektika antara Firman dan Roh. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian literatur teologi alkitabiah dan dogmatika Pantekosta, ditemukan bahwa narasi kanonikal bukan sekadar monumen historis, melainkan ruang perjumpaan ilahi yang hidup. Bagi Generasi Z yang mengedepankan pengalaman (experientialdriven), Alkitab harus disajikan tidak sekadar sebagai buku aturan statis, melainkan sebagai instrumen pewahyuan yang diiluminasi oleh Roh Kudus, sehingga menghasilkan transformasi eksistensial tanpa mengorbankan ortodoksi alkitabiah.
Copyrights © 2026