Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar merupakan fenomena berulang yang setiap tahun menimbulkan kerugian lingkungan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran titik panas (hotspot) serta faktor-faktor penyebab kebakaran hutan di kabupaten kampar tahun 2015–2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian yaitu titik panas (hospot) selama tahun 2015 – 2024 sedangkan untuk sampel pada penelitian ini yaitu total sampling yang mana seluruh populasi adalah sampel. Teknik analisisdigunakan yaitu analisis tetangga terdekat, persentase data, tumpang susun spasial, dan pembobotan tertimbang untuk penyusunan peta kerawanan. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa persebaran titik panas (hotspot) tahun 2015-2024 memiliki pola sebaran yang mengelompok (clustered) dengan didapatkan nilai ratio rata-rata 0,5 di Kabupaten Kampar. Faktor yang paling berpengaruh adalah jenis tanah gambut, penggunaan lahan berupa semak belukar dan perkebunan, serta kedekatan dengan jalan dan pemukiman. Curah hujan dan jarak ke sungai tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap lokasi kebakaran. Wilayah kerawanan tinggi dan sangat tinggi mencakup Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Tapung, Tambang, Koto Kampar Hulu, dan XIII Koto Kampar. Hasil penelitian dapat dijadikan dasar penyusunan strategi pencegahan dan pengendalian kebakaran yang terarah.
Copyrights © 2026