ABSTRAK Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sering mengalami kelelahan (fatigue) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Terapi otot progresif merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tingkat kelelahan pada pasien hemodialisa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi otot progresif terhadap tingkat kelelahan pasien hemodialisa di RS Tandun PT Nusa Lima Medika. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan quasi experiment dan rancangan one group pre-test and post-test without control group. Sampel penelitian berjumlah 15 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F). Analisis data menggunakan uji paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk. Rata-rata skor kelelahan sebelum diberikan terapi otot progresif adalah 27,87 sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 43,40. Terdapat peningkatan skor rata-rata sebesar 15,53. Berdasarkan kategori kelelahan, sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kelelahan sedang sebanyak 9 orang (60%), sedangkan setelah intervensi seluruh responden berada pada kategori kelelahan ringan (100%). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p <0,001. Terdapat pengaruh yang signifikan terapi otot progresif terhadap tingkat kelelahan pasien hemodialisa di RS Tandun PT Nusa Lima Medika. Peneliti berasumsi terapi otot progresif menurunkan ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan sehingga kelelahan berkurang. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, dan waktu intervensi lebih panjang. ABSTRACT Patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis frequently experience fatigue, which can interfere with daily activities and quality of life. Progressive muscle therapy is one of the non-pharmacological interventions that can be used to help reduce fatigue levels in hemodialysis patients. This study aimed to determine the effect of progressive muscle therapy on fatigue levels among hemodialysis patients at RS Tandun PT Nusa Lima Medika. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design and a one-group pre-test and post-test without a control group. The sample consisted of 15 respondents selected using purposive sampling. Fatigue levels were measured using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F) questionnaire. Data were analyzed using a paired sample t-test after the Shapiro-Wilk normality test was performed. The mean fatigue score before progressive muscle therapy was 27.87while after the intervention, the mean score increased to 43.40 There was an increase in the mean score of 15.53. Based on fatigue categories, before the intervention, most respondents experienced moderate fatigue, with 9 respondents (60%), while after the intervention, all respondents (100%) were in the mild fatigue category. The paired sample t-test showed a p-value of <0.001. There was a significant effect of progressive muscle therapy on fatigue levels among hemodialysis patients at RS Tandun PT Nusa Lima Medika. The researchers assume that progressive muscle therapy reduces muscle tension and increases comfort, thereby reducing fatigue. Future studies are recommended to use larger sample sizes, a control group, and a longer intervention period.
Copyrights © 2026