Pendidikan agama Kristen untuk anak usia dini di lingkungan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) kerap kali masih terjebak pada metode instruksional mekanis yang berpusat pada hafalan dogmatis. Di era digital dengan disrupsi informasi yang masif, metode semacam ini dinilai kurang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Teologi Injil Sepenuh ke dalam sanubari anak-anak Generasi Alpha. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan ulang metode pengajaran doktrinal—khususnya doktrin keselamatan, baptisan Roh Kudus, kesembuhan ilahi, dan kedatangan Kristus kembali—melalui pendekatan pedagogi yang lugas, alkitabiah, dan relevan dengan perkembangan kognitif anak masa kini. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur konseptual, penelitian ini mengintegrasikan teologi alkitabiah (Ulangan 6:6-7) dengan teori perkembangan kognitif mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengajaran doktrin GPdI bagi anak usia dini harus bertransformasi dari sekadar 'transfer pengetahuan' menjadi 'pembentukan spiritual interaktif' melalui object lessons, penceritaan alkitabiah yang imajinatif (multisensori), dan pengenalan akan natur Roh Kudus sebagai Penolong secara praksis. Keterlibatan sinergis antara sekolah minggu dan pendidikan keluarga merupakan kunci utama agar doktrin tidak sekadar dihafal, melainkan dihidupi sejak dini.
Copyrights © 2026