Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi korban dan pelaku dalam berita berjudul "5 Fakta Ulah Driver Taksi Online Lecehkan Penumpang Kini Jadi Tersangka" yang dimuat oleh media daring Detiknews. Penelitian menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Roger Fowler yang memandang bahasa sebagai praktik sosial yang tidak netral dan sarat dengan kepentingan ideologis. Data penelitian berupa teks berita mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang pengemudi taksi online terhadap penumpang perempuan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban direpresentasikan secara terbatas melalui penyebutan identitas yang minim dan tidak diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman maupun dampak psikologis yang dialaminya. Sebaliknya, pelaku direpresentasikan melalui strategi kebahasaan tertentu yang berpotensi mengaburkan tanggung jawabnya, seperti penggunaan nominalisasi, klasifikasi sosial, dan pengalihan fokus pemberitaan pada faktor eksternal seperti penggunaan narkoba. Temuan ini memperlihatkan bahwa bahasa media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga mereproduksi relasi kuasa dan ideologi tertentu dalam memahami realitas sosial.
Copyrights © 2026