Stres kerja merupakan kondisi ketika tuntutan pekerjaan dipersepsikan melebihi kemampuan dan sumber daya yang dimiliki individu sehingga dapat memunculkan respons fisiologis, emosional, dan perilaku. Kondisi kerja yang dinamis, tuntutan ketepatan waktu, pencapaian target, serta tanggung jawab operasional di PT AMJ berpotensi meningkatkan tekanan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja pada karyawan PT AMJ berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, masa kerja, dan divisi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel terdiri atas 134 karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria karyawan tetap PT AMJ, memiliki masa kerja minimal satu tahun, dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data menggunakan skala stres kerja berdasarkan teori Lazarus dan Folkman yang mencakup respons fisiologis, emosional, dan perilaku. Instrumen terdiri atas 36 item dengan skala Likert lima poin. Seluruh item dinyatakan valid dengan nilai korelasi 0,379–0,876 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,934. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, distribusi frekuensi, kategorisasi, dan tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa 70 karyawan (52,2%) berada pada kategori stres kerja tinggi, sedangkan 64 karyawan (47,8%) berada pada kategori rendah. Stres kerja tinggi lebih dominan pada perempuan (61,4%), usia 31–35 tahun (78,6%), pendidikan S2 (75,0%), masa kerja >10 tahun (60,0%), dan divisi Keuangan/HR/Umum (80,8%). Temuan ini menunjukkan perlunya pemantauan dan pengelolaan stres kerja secara berkala sesuai karakteristik dan tuntutan masing-masing divisi.
Copyrights © 2026