Siti Masitoh
Universitas Esa Unggul Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Stres Kerja pada Karyawan PT AMJ Sabrina Agustini; Siti Masitoh; Deny Surya Saputra
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.265

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi ketika tuntutan pekerjaan dipersepsikan melebihi kemampuan dan sumber daya yang dimiliki individu sehingga dapat memunculkan respons fisiologis, emosional, dan perilaku. Kondisi kerja yang dinamis, tuntutan ketepatan waktu, pencapaian target, serta tanggung jawab operasional di PT AMJ berpotensi meningkatkan tekanan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja pada karyawan PT AMJ berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, masa kerja, dan divisi kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel terdiri atas 134 karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria karyawan tetap PT AMJ, memiliki masa kerja minimal satu tahun, dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data menggunakan skala stres kerja berdasarkan teori Lazarus dan Folkman yang mencakup respons fisiologis, emosional, dan perilaku. Instrumen terdiri atas 36 item dengan skala Likert lima poin. Seluruh item dinyatakan valid dengan nilai korelasi 0,379–0,876 dan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,934. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, distribusi frekuensi, kategorisasi, dan tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa 70 karyawan (52,2%) berada pada kategori stres kerja tinggi, sedangkan 64 karyawan (47,8%) berada pada kategori rendah. Stres kerja tinggi lebih dominan pada perempuan (61,4%), usia 31–35 tahun (78,6%), pendidikan S2 (75,0%), masa kerja >10 tahun (60,0%), dan divisi Keuangan/HR/Umum (80,8%). Temuan ini menunjukkan perlunya pemantauan dan pengelolaan stres kerja secara berkala sesuai karakteristik dan tuntutan masing-masing divisi.
Perbedaan Motivasi Belajar pada Siswa SMA Swasta dan SMA Negeri Kecamatan Bekasi Utara Mougli Ananda Prayitno; Siti Masitoh; Grin Rayi Prihandini
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.266

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian tujuan akademik. Perbedaan karakteristik antara SMA Negeri dan SMA Swasta, seperti sistem pengelolaan, mekanisme penerimaan peserta didik, serta lingkungan pembelajaran, berpotensi berkaitan dengan kualitas motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan amotivasi pada siswa kelas XI SMA Negeri dan SMA Swasta di Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Responden berjumlah 100 siswa, terdiri atas 50 siswa SMA Negeri dan 50 siswa SMA Swasta, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran motivasi belajar menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS) yang berlandaskan pada Self-Determination Theory. Instrumen akhir terdiri atas 28 item yang mencakup 11 item motivasi intrinsik, 14 item motivasi ekstrinsik, dan 3 item amotivasi, dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,942; 0,954; dan 0,829. Karena data tidak sepenuhnya memenuhi asumsi normalitas, analisis perbedaan dilakukan menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada motivasi intrinsik (U = 597,500; p < 0,001), dengan siswa SMA Swasta memiliki motivasi intrinsik lebih tinggi. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan signifikan pada motivasi ekstrinsik (p = 0,082) maupun amotivasi (p = 0,196). Dengan demikian, perbedaan motivasi belajar antara kedua jenis sekolah hanya ditemukan pada dimensi intrinsik. 
Hubungan Harga Diri dengan Kecemasan Memilih Pasangan Hidup pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja Cindy Oktaviani; Siti Masitoh; Deny Surya Saputra
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecemasan memilih pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang bekerja serta memperoleh gambaran tingkat kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 385 wanita berusia 18–40 tahun, belum menikah, dan aktif bekerja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala harga diri berdasarkan Rosenberg Self-Esteem Scale dan skala kecemasan memilih pasangan hidup berdasarkan aspek kecemasan Nevid. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar rₛ = −0,014 dengan nilai signifikansi p = 0,778 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan kecemasan memilih pasangan hidup. Secara deskriptif, mayoritas responden memiliki harga diri pada kategori sedang (36,6%) dan kecemasan memilih pasangan hidup pada kategori sedang (38,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan memilih pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang bekerja kemungkinan lebih berkaitan dengan faktor psikologis dan sosial lain di luar harga diri.
Gambaran Tingkat Stres pada Mahasiswa Paralel Psikologi Universitas Esa Unggul yang Sedang Mengambil Tugas Akhir Skripsi Arnold Raffles Noel Tampubolon; Siti Masitoh; Deny Surya Saputra
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.273

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai tuntutan akademik yang kompleks, terutama ketika harus menyelesaikan tugas akhir skripsi bersamaan dengan menjalankan aktivitas pekerjaan. Kondisi tersebut dapat menjadi sumber tekanan psikologis yang berpotensi meningkatkan tingkat stres mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada mahasiswa paralel Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul yang sedang mengambil tugas akhir skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 73 mahasiswa paralel Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dengan hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,916, sehingga instrumen dinyatakan memiliki konsistensi yang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa berada pada kategori rendah sebanyak 19 responden (26,0%), sedang sebanyak 39 responden (53,4%), dan tinggi sebanyak 15 responden (20,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami stres dalam kategori sedang akibat tuntutan penyelesaian skripsi dan tanggung jawab pekerjaan secara bersamaan. Penelitian ini mengindikasikan pentingnya dukungan akademik, layanan konseling psikologis, serta pengembangan strategi koping dan manajemen waktu untuk membantu mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi tekanan selama proses penyelesaian studi.