Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian tujuan akademik. Perbedaan karakteristik antara SMA Negeri dan SMA Swasta, seperti sistem pengelolaan, mekanisme penerimaan peserta didik, serta lingkungan pembelajaran, berpotensi berkaitan dengan kualitas motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan amotivasi pada siswa kelas XI SMA Negeri dan SMA Swasta di Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Responden berjumlah 100 siswa, terdiri atas 50 siswa SMA Negeri dan 50 siswa SMA Swasta, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran motivasi belajar menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS) yang berlandaskan pada Self-Determination Theory. Instrumen akhir terdiri atas 28 item yang mencakup 11 item motivasi intrinsik, 14 item motivasi ekstrinsik, dan 3 item amotivasi, dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,942; 0,954; dan 0,829. Karena data tidak sepenuhnya memenuhi asumsi normalitas, analisis perbedaan dilakukan menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada motivasi intrinsik (U = 597,500; p < 0,001), dengan siswa SMA Swasta memiliki motivasi intrinsik lebih tinggi. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan signifikan pada motivasi ekstrinsik (p = 0,082) maupun amotivasi (p = 0,196). Dengan demikian, perbedaan motivasi belajar antara kedua jenis sekolah hanya ditemukan pada dimensi intrinsik.
Copyrights © 2026