Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran loneliness pada remaja yang bermain Roblox dalam komunitas TXT Roblox. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden penelitian berjumlah 65 remaja berusia 13–17 tahun yang bermain Roblox dan tergabung dalam komunitas TXT Roblox di Telegram. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan De Jong Gierveld Loneliness Scale (DJGLS) yang mengukur dua aspek loneliness, yaitu emotional loneliness dan social loneliness. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat loneliness pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman loneliness pada remaja pengguna Roblox berada pada kondisi yang beragam. Keberadaan komunitas virtual dan interaksi sosial melalui Roblox tidak secara otomatis menghilangkan pengalaman kesepian, karena loneliness lebih berkaitan dengan persepsi individu terhadap kualitas hubungan sosial yang dimiliki. Penelitian ini menunjukkan bahwa platform digital dapat menjadi ruang interaksi sosial bagi remaja, tetapi tetap diperlukan hubungan yang bermakna untuk memenuhi kebutuhan emosional dan sosial individu.
Copyrights © 2026