Sistem grounding pada Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon melalui kegiatan wawancara menyatakan belum dilakukan pemeliharaan dan pengujian nilai resistansi secara berkala sejak pemasangan tahun 2014, sehingga berpotensi menimbulkan kegagalan proteksi dan bahaya keselamatan operasional penerbangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan sistem grounding dan memberikan solusi teknis penurunan nilai resistansi secara teoritis yang tidak memenuhi standar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai resistansi grounding pada enam titik penting serta mengevaluasi efektivitas metode perbaikan secara teoritis. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan teknik pengukuran langsung Fall-of-Potential menggunakan Earth Tester digital. Metode ini dipilih karena memberikan akurasi p dalam mengukur nilai resistansi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari enam titik memenuhi standar PUIL 2020 ( ), sedangkan titik Precision Approach Path Indicator (PAPI) tidak layak dengan nilai resistansi akibat korosi elektroda dan penanaman dangkal ( ). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode pararel rod grounding (S > L) (79,03 %), pararel siku (81,97 %), kombinasi metode single metode pararel rod grounding (S < L), metode pararel rod grounding (S > L) dengan zat aditif bentonit teraktivasi, nilai persentase penurunan masing-masing (81,97%), (82,58%), dan (85,03%). Rekomendasi penelitian lanjutan adalah melakukan uji coba eksperimental lapangan langsung untuk memverifikasi model perhitungan bentonit teraktivasi secara empiris.
Copyrights © 2026