Permasalahan utama di Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma adalah penggunaan sistem distribusi tegangan menengah 20 kV eksisting yang berkonfigurasi radial, sehingga kontinuitas pasokan listrik berpotensi terhenti apabila terjadi gangguan pada satu-satunya jalur yang tersedia. Penelitian ini dilakukan karena ketergantungan pada jalur tunggal menanggung risiko gangguan operasional dan biaya BBM tinggi untuk Genset cadangan saat terjadi pemadaman. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem distribusi tenaga listrik berbasis konfigurasi looping untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas pasokan listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1, meliputi pengumpulan data, observasi lapangan, analisis kebutuhan sistem, simulasi ETAP, serta penyusunan Single Line Diagram (SLD), Detail Engineering Design (DED), Bill Of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Metode R&D level 1 dipilih karena penelitian dibatasi hingga tahap perancangan dan validasi desain teknis yang krusial sebelum tahap eksekusi fisik infrastruktur bandara. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konfigurasi looping mampu menyediakan jalur suplai alternatif ketika salah satu penyulang (GI Cawang, GI Cipinang, atau GI Taman Mini) mengalami gangguan. Rancangan ini memanfaatkan kabel N2XSEFGbY 3 x 240 mm², kubikel SIEMENS SIMOSEC 20 kV, dan konfigurasi double incoming yang sesuai dengan kebutuhan sistem distribusi. Kesimpulan dari perancangan ini adalah sistem looping terbukti dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keandalan, fleksibilitas operasi, dan keamanan daya listrik bandara. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan analisis koordinasi sistem proteksi secara real-time serta integrasi otomatisasi SCADA pada skema looping tersebut.
Copyrights © 2026