Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prakarsa komunitas sipil inklusif dalam meretas ketimpangan struktural pemenuhan hak atas pendidikan bagi warga negara tuli di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Keserbatidakcukupan negara dan rendahnya tingkat literasi masyarakat marjinalisasi ganda bagi subjek tuli. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama informan kunci yang diperkuat melalui observasi partisipatif serta studi dokumentasi primer. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maktab Tuli As-Sami bertindak sebagai manifestasi agensi kewarganegaraan transformatif yang mengisi kekosongan peran negara melalui penyediaan arena pendidikan berbasis Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan budaya tuli. Transformasi gerakan terwujud dari pergeseran pendekatan karitas menuju model berbasis keberdayaan kedaulatan warga dengan mengaktualisasikan prinsip dan etika budaya tuli. Keberlanjutan gerakan ini ditopang oleh pengembangan modal sosial melalui kemitraan strategis bersama komunitas sipil yang luas, perguruan tinggi, dan lembaga birokrasi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian komunitas sipil akar rumput di Maktab Tuli As-Sami’ merupakan wujud best practice dari gerakan inklusi yang mampu menjamin kedaulatan dan pemenuhan hak dasar pendidikan tuli secara berkelanjutan dan berkeadilan.
Copyrights © 2026