Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026

Pengaruh Drain Fueling After Remain Over Night Terhadap Pertumbuhan Mikroba Boeing 737-8 MAX

Muhammad Rafli (Politeknik Penerbangan Indonesia Curug)
Wahyu Cakra Nugraha (Politeknik Penerbangan Indonesia Curug)
Dody Herdianto (Politeknik Penerbangan Indonesia Curug)



Article Info

Publish Date
03 Sep 2026

Abstract

Keandalan sistem bahan bakar pada pesawat terbang modern, khususnya Boeing 737-8 MAX, sangat bergantung pada ketepatan prosedur pemeliharaan preventif yang dilakukan. Salah satu tantangan teknis yang krusial dalam operasional harian adalah potensi kontaminasi mikrobiologi yang dipicu oleh akumulasi air bebas di dalam tangki bahan bakar. Fenomena ini sering kali terjadi ketika pesawat mengalami fase Remain Over Night (RON), di mana durasi parkir yang panjang memungkinkan terjadinya proses kondensasi akibat fluktuasi suhu lingkungan, yang secara termodinamika mengubah uap air di ruang tangki menjadi tetesan air bebas (free water). Air bebas inilah yang menjadi media utama bagi pertumbuhan mikroorganisme patogen, terutama jamur Hormoconis resinae, yang dikenal sebagai jamur bahan bakar jet karena kemampuannya memproduksi asam organik yang memicu korosi struktur tangki aluminium dan membentuk lapisan lendir (slime mats) yang dapat menyumbat filter bahan bakar. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara mendalam efektivitas prosedur drain fueling harian dalam mereduksi penumpukan air kondensasi serta menekan pertumbuhan koloni mikroba pada armada Boeing 737-8 MAX milik PT. Airfast Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan komparatif, menggunakan alat uji MicrobMonitor2 untuk menghitung secara presisi jumlah Colony Forming Units (CFU) dalam sampel bahan bakar. Penelitian ini membagi subjek observasi ke dalam dua kelompok perlakuan: kelompok pertama sebagai kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan drainase rutin pasca RON, dan kelompok kedua sebagai variabel uji yang mendapatkan prosedur drainase secara terjadwal setiap hari pasca fase RON. Pengambilan sampel dilakukan pada enam titik observasi dengan masa inkubasi media gel selama empat hari untuk mendapatkan data populasi mikroba yang valid dan akurat. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan tingkat kontaminasi yang sangat drastis dan signifikan secara statistik antara kedua kelompok perlakuan. Kelompok pertama yang tidak mendapatkan intervensi drainase menunjukkan indikasi proliferasi mikroba yang sangat berat, dengan estimasi tingkat kontaminasi mencapai nilai ≥ 10⁵ - 10⁶ CFU/L. Tingkat ini jauh melampaui ambang batas toleransi operasional, sehingga menempatkan bahan bakar pada status kontaminasi “Heavy” atau berat, yang secara teknis mewajibkan tindakan korektif segera melalui aplikasi biocide dan inspeksi visual menyeluruh ke dalam tangki bahan bakar guna mencegah kerusakan struktural lebih lanjut. Sebaliknya, hasil pengujian pada kelompok kedua yang disiplin menerapkan prosedur drain fueling harian pasca fase RON menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Observasi visual konsisten menunjukkan ketiadaan pertumbuhan koloni yang signifikan, dengan estimasi tingkat kontaminasi berhasil ditekan hingga berada di level terendah, yaitu < 2.000 CFU/L. Data ini mengonfirmasi bahwa status kontaminasi bahan bakar pada kelompok tersebut tetap terjaga pada kategori “Negligible” atau aman, sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan oleh Aircraft Maintenance Manual (AMM) serta pedoman International Air Transport Association (IATA). Kesimpulan akhir dari penelitian ini menegaskan bahwa prosedur drain fueling harian pasca fase RON bukan sekadar rutinitas pemeliharaan, melainkan mitigasi primer yang sangat efektif untuk memutus siklus pertumbuhan mikroorganisme di lingkungan tangki bahan bakar. Konsistensi dalam pelaksanaan prosedur ini terbukti secara empiris mampu menjaga integritas struktural tangki, mencegah potensi Microbiologically Influenced Corrosion (MIC), dan memastikan keandalan sistem bahan bakar yang sangat krusial bagi keselamatan penerbangan. Penelitian ini merekomendasikan pengetatan prosedur pengawasan harian dan edukasi sterilitas bagi personel teknisi untuk memastikan efektivitas pemeliharaan yang berkesinambungan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jetish

Publisher

Subject

Computer Science & IT Education Neuroscience Nursing Public Health

Description

JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. ...