PACK Flow Control Valve (FCV) merupakan komponen utama sistem Air Conditioning PACK pesawat Airbus A320 yang mengatur aliran bleed air bertekanan dan bertemperatur tinggi sebelum udara diproses dan didistribusikan ke kabin. Data internal PT GMF AeroAsia mencatat 41 kejadian unscheduled removal komponen FCV P/N 1806D0000-01 sepanjang periode 2020–2025, sehingga menimbulkan peningkatan beban perawatan, penurunan redundansi Environmental Control System, dan potensi gangguan dispatch reliability. Kondisi tersebut belum didukung oleh analisis keandalan berbasis data time to failure, sehingga penentuan waktu pemeriksaan komponen masih bersifat korektif. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik kegagalan, Mean Time to Failure (MTTF), tingkat reliability, Cumulative Distribution Function (CDF), failure rate, prediksi umur pakai, serta usulan interval preventive maintenance pada komponen tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Distribusi Weibull dua parameter, yaitu shape parameter (β) dan scale parameter (η). Metode ini dipilih karena mampu memodelkan berbagai pola kegagalan komponen sekaligus menghasilkan estimasi parameter keandalan pada data kegagalan berukuran terbatas. Nilai Time Since Installation digunakan sebagai Time to Failure dengan rentang 928 FH hingga 29.774 FH dan rata-rata 15.608,63 FH. Pengolahan data dilakukan melalui pengurutan TTF, penentuan adjusted rank, perhitungan Benard’s Median Rank, transformasi variabel X dan Y, serta regresi linier. Hasil analisis menghasilkan β sebesar 2,015375676 dan η sebesar 18.009,99 FH dengan koefisien determinasi 0,8421, sehingga komponen berada pada fase wear-out. Nilai MTTF diperoleh sebesar 15.958,83 FH dengan reliability 45,67%, CDF 54,33%, dan failure rate 0,00009897 kegagalan per FH. Analisis B-Life menghasilkan B10 sebesar 5.896,31 FH, B20 sebesar 8.556,39 FH, dan B30 sebesar 10.798,36 FH. Berdasarkan acuan reliability 70%, penelitian menyimpulkan bahwa MTTF tidak tepat digunakan langsung sebagai batas penggantian dan merekomendasikan functional atau operational check pada kisaran 10.800 FH, monitoring awal pada 5.800–6.000 FH, serta evaluasi penggantian terencana sebelum 15.500 FH. Penelitian lanjutan disarankan mengintegrasikan Failure Mode and Effect Analysis, Root Cause Analysis, dan optimasi biaya perawatan.