Pengawasan pemerintah terhadap pengelolaan limbah cair pertambangan emas menjadi penting untuk memastikan kegiatan industri tetap memenuhi ketentuan lingkungan dan melindungi masyarakat di sekitar kawasan tambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap limbah cair PT. Agincourt Resources, mekanisme pengawasan langsung dan tidak langsung, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori pengawasan George R. Terry, tipologi pengawasan Sondang P. Siagian, dan Collaborative Environmental Governance Ansell dan Gash. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap lima informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan telah dilaksanakan melalui inspeksi lapangan, pengambilan sampel, evaluasi laporan laboratorium, dan pemantauan dokumen lingkungan. Secara teknis, limbah cair memenuhi baku mutu, tetapi masih ditemukan persoalan penurunan debit Sungai Aek Pahu, sedimentasi Sungai Tortornadi, serta keluhan masyarakat terkait air sumur. Efektivitas pengawasan terhambat oleh kondisi geografis, cuaca, dan keterbatasan kewenangan daerah. Penguatan kolaborasi dan pemantauan lingkungan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
Copyrights © 2026