Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa secara global terdapat kasus TBC dengan prevalensi 0,26% (10,4 juta kasus) pada tahun 2021. Pengobatan tuberkulosis paru bertujuan untuk menyembuhkan pasien, mempertahankan kualitas hidup, dan meningkatkan produktivitas. Lamanya pengobatan merupakan salah satu faktor yang berdampak pada penerimaan diri (self-acceptance) pada penderita tuberkulosis usia produktif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Langsa sebanyak 67 pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengobatan pasien tuberkulosis paru usia produktif sebagian besar berada dalam fase intensif (0–2 bulan) sebanyak 35 responden (52,2%). Penerimaan diri pasien tuberkulosis paru usia produktif sebagian besar rendah sebanyak 35 responden (52,2%) dan sebagian kecil memiliki penerimaan diri yang tinggi sebanyak 12 responden (17,9%). Terdapat hubungan antara lama pengobatan dengan penerimaan diri pasien tuberkulosis paru usia produktif dengan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05).
Copyrights © 2026