Mailisna, Mailisna
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Stres Dan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Melalui Intervensi Resiliensi Di Kota Langsa Mailisna, Mailisna; Ngatwadi; Irawan, Dedi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2178

Abstract

Hipertensi merupakan satu penyakit yang bisa mengenai siapa saja, baik usia produktif dan tidak produktif, yang tidak memandang kelas ekonomi. Penyakit hipertensi merupakan satu dari sepuluh penyakit yang mematikan di dunia dan saat ini terdaftar sebagai penyakit pembunuh ke tiga setelah kardiovaskuler dan kanker. Tujuannya adalah untuk mengetahui adanya pengaruh intervensi resiliensi terhadap stres dan tekanan darah klien hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian Quasi - Experiment dengan rancangan Pre - Posttest without control group design. Hasil dari penelitian ini ada pengaruh pemberian intervensi resiliensi terhadap tingkat stres pasien hipertensi dengan nilai p-value 0.000 dan didapatkan nilai mean sebelum dilakukan intervensi resiliensi yaitu 1.00, sedangkan nilai mean sesudah dilakukan intervensi resiliensi yaitu 0.20. Ada pengaruh pemberian intervensi resiliensi terhadap penurunan tekanan darah diastol dengan nilai p value 0.000 dan didapatkan nilai mean sebelum dilakukan intervensi resiliensi yaitu 89.67, sedangkan nilai mean sesudah dilakukan ntervensi resiliensi yaitu 81.67. Ada pengaruh pemberian intervensi resiliensi terhadap penurunan tekanan darah Sistol dengan nilai p value 0.000 dan didapatkan nilai mean sebelum dilakukan intervensi resiliensi yaitu 167.75 sedangkan nilai mean sesudah dilakukan ntervensi resiliensi yaitu 161.33. Saran: diharapkan perawat komunitas untuk selalu menerapkan upaya promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif kepada pasien hipertensi sebagai intervensi resiliensi sebagai metode yang baik dalam menstabilkan hipertensi dewasa
Stres Dan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Melalui Intervensi Resiliensi Di Kota Langsa Mailisna, Mailisna; Ngatwadi; Irawan, Dedi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2178

Abstract

Hipertensi merupakan satu penyakit yang bisa mengenai siapa saja, baik usia produktif dan tidak produktif, yang tidak memandang kelas ekonomi. Penyakit hipertensi merupakan satu dari sepuluh penyakit yang mematikan di dunia dan saat ini terdaftar sebagai penyakit pembunuh ke tiga setelah kardiovaskuler dan kanker. Tujuannya adalah untuk mengetahui adanya pengaruh intervensi resiliensi terhadap stres dan tekanan darah klien hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian Quasi - Experiment dengan rancangan Pre - Posttest without control group design. Hasil dari penelitian ini ada pengaruh pemberian intervensi resiliensi terhadap tingkat stres pasien hipertensi dengan nilai p-value 0.000 dan didapatkan nilai mean sebelum dilakukan intervensi resiliensi yaitu 1.00, sedangkan nilai mean sesudah dilakukan intervensi resiliensi yaitu 0.20. Ada pengaruh pemberian intervensi resiliensi terhadap penurunan tekanan darah diastol dengan nilai p value 0.000 dan didapatkan nilai mean sebelum dilakukan intervensi resiliensi yaitu 89.67, sedangkan nilai mean sesudah dilakukan ntervensi resiliensi yaitu 81.67. Ada pengaruh pemberian intervensi resiliensi terhadap penurunan tekanan darah Sistol dengan nilai p value 0.000 dan didapatkan nilai mean sebelum dilakukan intervensi resiliensi yaitu 167.75 sedangkan nilai mean sesudah dilakukan ntervensi resiliensi yaitu 161.33. Saran: diharapkan perawat komunitas untuk selalu menerapkan upaya promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif kepada pasien hipertensi sebagai intervensi resiliensi sebagai metode yang baik dalam menstabilkan hipertensi dewasa
Dukungan Sosial dan Persepsi Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Selama Hemodialisa Linda Jurwita; Maulidya, Nurul; Ningsih, Nurhayati; Mailisna, Mailisna; Zulkarnaen, Arditha Balqis
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cy95af47

Abstract

Chronic kidney failure is a condition of progressive decline in kidney function so that the kidneys cannot maintain the body's internal environment, causing the kidneys to be unable to filter the body's metabolic waste products by themselves. Therefore, patients with chronic kidney failure survive by undergoing hemodialysis, which has a serious impact on the individual's quality of life, social life, financial, and psychological well-being. This research aims to determine the relationship between social support and perception with the quality of life of chronic kidney failure patients during hemodialysis at Langsa Regional Hospital. The research method used is quantitative with a correlative analytical design. Sample selection in this study used non-probability sampling with a total sampling technique. The results of the study based on the chi-square statistical test on social support with quality of life obtained a p-value of 0.536 (α>0.05), meaning there is no significant relationship, while perception with quality of life obtained a p-value of 0.006 (α<0.05), meaning there is a significant relationship between variables. Social support, especially from family, can reduce stress, strengthen physical condition, and increase patient motivation in undergoing hemodialysis. Patients who accept their condition, comply with it, and experience the benefits of hemodialysis can improve their physical, psychological, and social functioning. Conversely, negative perceptions or anxiety created by the patient's thoughts can reduce their quality of life.
Hubungan Lama Pengobatan dengan Self-Acceptance pada Penderita Tuberkulosis Paru Usia Produktif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Langsa Mailisna, Mailisna; Junaidi, Junaidi; Jurwita, Linda; Maulidya, Nurul; Irfani, Annisa Abir
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xb9s4006

Abstract

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa secara global terdapat kasus TBC dengan prevalensi 0,26% (10,4 juta kasus) pada tahun 2021. Pengobatan tuberkulosis paru bertujuan untuk menyembuhkan pasien, mempertahankan kualitas hidup, dan meningkatkan produktivitas. Lamanya pengobatan merupakan salah satu faktor yang berdampak pada penerimaan diri (self-acceptance) pada penderita tuberkulosis usia produktif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Langsa sebanyak 67 pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengobatan pasien tuberkulosis paru usia produktif sebagian besar berada dalam fase intensif (0–2 bulan) sebanyak 35 responden (52,2%). Penerimaan diri pasien tuberkulosis paru usia produktif sebagian besar rendah sebanyak 35 responden (52,2%) dan sebagian kecil memiliki penerimaan diri yang tinggi sebanyak 12 responden (17,9%). Terdapat hubungan antara lama pengobatan dengan penerimaan diri pasien tuberkulosis paru usia produktif dengan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05).