Journal of Golden Generation Abdimas
Vol. 2 No. 3 (2026): September: Journal of Golden Generation Abdimas

Pendampingan Pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Upaya Digitalisasi Sistem Pembayaran Pada Pelaku Umkm Di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan Oleh Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau

M. Rasuli (Riau University)
Excelenta Perangin-angin (Riau University)
Nataliya (Riau University)
Vina Puja Aqustin (Riau University)
Marshanda Lasmora Ida Sianturi (Riau University)
Defanny Febianti (Riau University)
Siti Azqia Zahra (Riau University)
Zahratul Keysa Benaya (Riau University)
Yulis (Riau University)
Muhammad Ikram Syawly Al-afif Annur (Riau University)
Hanif Ananda Tovani (Riau University)



Article Info

Publish Date
22 Aug 2026

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, namun sebagian besar pelaku UMKM di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masih menggantungkan transaksi usahanya pada sistem pembayaran tunai. Kondisi ini menjadikan UMKM tertinggal dalam arus digitalisasi ekonomi nasional yang terus berkembang pesat, khususnya melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM di Desa Mak Teduh sebagai upaya mendorong digitalisasi sistem pembayaran, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing usaha di era ekonomi digital. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 dengan tahapan observasi, identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi, pendampingan pendaftaran, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap manfaat QRIS, meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berhasil mendaftarkan QRIS, serta respons positif terhadap kemudahan bertransaksi non-tunai. Meskipun demikian, kegiatan ini juga menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, minimnya literasi digital pada pelaku usaha lanjut usia, dan ketiadaan dokumen legalitas usaha. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan digitalisasi UMKM yang berkelanjutan bagi desa-desa dengan karakteristik serupa di wilayah Provinsi Riau.

Copyrights © 2026