Pendahuluan: Hipertensi pada lansia memerlukan keterlibatan caregiver dalam pemantauan faktor risiko, pencegahan dan pengendalian, serta perilaku perawatan. Namun, kemampuan caregiver dalam merawat lansia dengan hipertensi masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan family caregiver dalam merawat lansia dengan hipertensi melalui pelatihan berbasis pemberdayaan.Metode: Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kangkung, Mranggen, Demak, pada Mei–Juli 2025, melibatkan 34 family caregiver yang tinggal bersama lansia dengan hipertensi minimal enam bulan. Pelatihan berlangsung selama tiga bulan dalam empat tahap menggunakan metode Socialization, Externalization, Combination, and Internalization (SECI). Materi meliputi konsep dan peran caregiver, perawatan lansia dengan hipertensi, kegawatdaruratan, identifikasi masalah, simulasi, diet hipertensi, keterampilan koping, serta penerapan dan refleksi hasil pembelajaran. Kemampuan caregiver diukur sebelum dan setelah pelatihan. Hasil: Terjadi peningkatan kemampuan caregiver setelah pelatihan. Proporsi caregiver dengan kemampuan kategori baik meningkat dari 82,4% menjadi 100%. Pada indikator faktor risiko, kategori baik meningkat dari 14,7% menjadi 100%. Indikator pencegahan dan pengendalian serta perilaku perawatan masing-masing meningkat dari 91,2% menjadi 100%. Diskusi dan Simpulan: Pelatihan caregiver berbasis metode SECI menunjukkan potensi dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat lansia dengan hipertensi, khususnya dalam mengenali faktor risiko, melakukan pencegahan dan pengendalian, serta menerapkan perilaku perawatan. Pendekatan pelatihan yang terstruktur, aplikatif, dan melibatkan pengalaman caregiver dapat menjadi strategi pemberdayaan keluarga yang dapat dikembangkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026