Pengembangan industri pengolahan bayam di Kabupaten Sidoarjo memerlukan penentuan lokasi yang tepat agar mampu meningkatkan nilai produk, efisiensi produksi, dan kekurangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah produksi bayam berbasis dan nonbasis serta menganalisis potensi persebaran wilayah sebagai alternatif lokasi industri pengolahan bayam di Kabupaten Sidoarjo melalui pendekatan Location Quotient (LQ) dan Geographic Information System (GIS). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan fokus pada identifikasi wilayah berdasarkan tingkat produksi bayam dan visualisasi spasial menggunakan GIS. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa Kecamatan Krembung, Prambon, dan Tanggulangin merupakan wilayah basis produksi bayam, sedangkan kecamatan lainnya termasuk wilayah nonbasis. Visualisasi GIS menampilkan bahwa wilayah basis tersebut terletak di bagian barat–selatan Kabupaten Sidoarjo, sementara wilayah nonbasis tersebar di beberapa kecamatan dengan tingkat produksi yang relatif lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Kecamatan Krembung ditetapkan sebagai lokasi alternatif yang paling potensial untuk pengembangan industri pengolahan bayam di Kabupaten Sidoarjo karena memiliki keunggulan dalam ketersediaan bahan baku serta mendukung efisiensi operasional industri. Kata kunci : Bayam; Industri Pengolahan; LQ; GIS; Kabupaten Sidoarjo.
Copyrights © 2026