Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani. Meskipun demikian, tingginya biaya produksi serta fluktuasi harga jual menyebabkan tingkat keuntungan usahatani bawang merah menjadi tidak pasti. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan serta kelayakan finansial usahatani bawang merah di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 menggunakan metode survei terhadap 173 petani yang dipilih dengan teknik proportional purposive sampling dari populasi sebanyak 1.153 petani. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Break Even Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi petani sebesar 1.345 kg per musim tanam dengan harga jual rata-rata Rp20.618/kg. Rata-rata penerimaan mencapai Rp27.731.210 per petani per musim tanam. Nilai Break Even Point produksi sebesar 667 kg dan Break Even Point harga sebesar Rp10.232/kg, sedangkan nilai R/C Ratio Rp2,01 lebih besar dari satu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produksi dan harga jual aktual telah berada di atas titik impas sehingga usahatani bawang merah di Kecamatan Rote Barat Daya layak secara finansial untuk dikembangkan. Peningkatan efisiensi penggunaan input produksi serta penguatan sistem pemasaran diperlukan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi risiko akibat fluktuasi harga.
Copyrights © 2026