Pendidikan Islam kontemporer berhadapan dengan tekanan ganda, yaitu tuntutan standar akademik global dan melemahnya pembinaan moral serta spiritual peserta didik. Kondisi ini mendorong pengkajian ulang khazanah pemikiran pendidikan Islam klasik, khususnya pemikiran Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kurikulum pendidikan Islam menurut Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin, mengkaji relevansinya dengan manajemen kurikulum di MA Darunnajah 2 Cipining, serta mengidentifikasi esensi pemikiran Al-Ghazali yang benar-benar diimplementasikan di lembaga tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang memadukan studi kepustakaan terhadap karya primer Al-Ghazali dengan studi lapangan yang dilaksanakan pada Maret sampai Juli 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, yaitu Kepala Madrasah, Kepala Kurikulum, dan Guru Aqidah, kemudian dianalisis secara deskriptif, induktif, historis, dan interpretatif dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kurikulum Al-Ghazali bertumpu pada enam dimensi yang saling terintegrasi, yaitu tujuan pendidikan berupa taqarrub ilallah, klasifikasi ilmu yang sistematis, metode pembelajaran bertahap, integrasi ilmu dan amal, peran pendidik sebagai murabbi dan teladan, serta tauhid sebagai landasan epistemologis. MA Darunnajah 2 Cipining mengoperasionalkan keenam dimensi tersebut melalui integrasi kurikulum TMI dan Kementerian Agama, program pembiasaan kelembagaan, metode pembelajaran variatif, dan evaluasi holistik. Penelitian ini menawarkan model kerja integrasi kurikulum bagi lembaga pendidikan Islam
Copyrights © 2026