Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTING SENGE’S LEARNING ORGANISATION MODEL IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS: A CASE STUDY OF PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH Sofwan Manaf; Busthomi Ibrohim; Muhammad Irfanudin Kurniawan; Fajar Suryono; Musthofa Musthofa; Duna Izfanna; Mastur
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2507

Abstract

This study aims to examine the implementation of Senge’s Learning Organisation model within the context of Islamic boarding school (pesantren) management, with a specific focus on Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Employing a qualitative case study methodology, data were collected through in-depth interviews with key informants, including institutional leaders, senior teachers, and administrators, supplemented by participant observation and document analysis over six months. The findings reveal that Darunnajah has effectively operationalised the five subsystems of Marquardt’s learning organisation framework: learning dynamics, organisational transformation, people empowerment, knowledge management, and technology application, while preserving its core Islamic identity. The pesantren demonstrates continuous learning through formal and non-formal pedagogical approaches, systematic organisational transformation from a traditional to a modern governance structure, strategic human resource empowerment through professional development and international partnerships, knowledge management through structured information dissemination, and technology integration across all educational levels. Currently operating 23 branch campuses across Indonesia, Darunnajah exemplifies how learning organisation principles can drive sustainable institutional expansion. The study concludes that the successful synthesis of Western organisational learning theory with Islamic educational philosophy at Darunnajah provides a replicable model for pesantren modernisation. This research contributes to the literature by bridging the gap between learning organisation theory developed in corporate settings and its application in faith-based educational institutions.
KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI MA DARUNNAJAH 2 CIPINING Revo Fariz Al Kabir; Musthofa Musthofa; Arizqi Ihsan Pratama
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3154

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer berhadapan dengan tekanan ganda, yaitu tuntutan standar akademik global dan melemahnya pembinaan moral serta spiritual peserta didik. Kondisi ini mendorong pengkajian ulang khazanah pemikiran pendidikan Islam klasik, khususnya pemikiran Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kurikulum pendidikan Islam menurut Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin, mengkaji relevansinya dengan manajemen kurikulum di MA Darunnajah 2 Cipining, serta mengidentifikasi esensi pemikiran Al-Ghazali yang benar-benar diimplementasikan di lembaga tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang memadukan studi kepustakaan terhadap karya primer Al-Ghazali dengan studi lapangan yang dilaksanakan pada Maret sampai Juli 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, yaitu Kepala Madrasah, Kepala Kurikulum, dan Guru Aqidah, kemudian dianalisis secara deskriptif, induktif, historis, dan interpretatif dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kurikulum Al-Ghazali bertumpu pada enam dimensi yang saling terintegrasi, yaitu tujuan pendidikan berupa taqarrub ilallah, klasifikasi ilmu yang sistematis, metode pembelajaran bertahap, integrasi ilmu dan amal, peran pendidik sebagai murabbi dan teladan, serta tauhid sebagai landasan epistemologis. MA Darunnajah 2 Cipining mengoperasionalkan keenam dimensi tersebut melalui integrasi kurikulum TMI dan Kementerian Agama, program pembiasaan kelembagaan, metode pembelajaran variatif, dan evaluasi holistik. Penelitian ini menawarkan model kerja integrasi kurikulum bagi lembaga pendidikan Islam
Peran Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pada Era Digitalisasi 4.0 Di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor Muhamad Zainal Arif; Musthofa Musthofa; Nur Rochmat
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada era digitalisasi 4.0 di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor serta mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan sebagai leader, manager, supervisor, dan evaluator dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis digital. Peran tersebut diwujudkan melalui pengembangan kompetensi digital guru, penyediaan fasilitas teknologi, pelaksanaan supervisi, serta evaluasi pembelajaran secara berkala. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana teknologi, pelatihan guru, kebijakan madrasah, dan antusiasme peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan kompetensi teknis sebagian guru, gangguan perangkat dan jaringan internet, serta belum meratanya penerapan teknologi pada seluruh mata pelajaran. Dengan demikian, peran kepala madrasah menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
Strategi Kepala Madrasah dalam Mengupayakan Beasiswa Perguruan Tinggi bagi Siswa Kelas XII di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor Alimudin Zidan; Musthofa Musthofa; Misbakhudin Azka
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3179

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam mengupayakan beasiswa perguruan tinggi bagi siswa kelas XII, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Penelitian menggunakan metode kombinasi (mixed methods) desain concurrent embedded dengan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus sebagai metode primer dan pendekatan kuantitatif deskriptif sebagai metode pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi, member checking, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menyimpulkan tiga hal: (1) strategi kepala madrasah merupakan perwujudan terpadu fungsi EMASLIM dalam tujuh aspek, dengan kurikulum integratif TMI–nasional sebagai strategi inti, dilengkapi sosialisasi beasiswa dan pendampingan teknis untuk menghapus hambatan informasi dan administratif; (2) faktor pendukung meliputi identitas kelembagaan, kultur pengabdian pendidik, motivasi siswa, dukungan Yayasan Darunnajah, dan jaringan alumni, sedangkan penghambat berupa padatnya jadwal, kesenjangan kesiapan siswa, keterbatasan internet, dan kendala dokumen kependudukan; (3) strategi ini berdampak pada perubahan budaya akademik, diterimanya 66 dari 121 siswa kelas XII (54,5%) melalui jalur SPAN-PTKIN, SNBP, UM-PTKIN, beasiswa Al-Azhar Kairo, dan jalur mandiri, serta penguatan iklim belajar yang menghasilkan multiplier effect institusional.