Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan penyakit progresif yang tidak dapat disembuhkan. Pada tahap akhir penderita akan memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang guna mempertahankan hidup. Kondisi ini menuntut keterlibatan pengasuh keluarga dalam mendampingi pasien secara berkelanjutan. Peran tersebut dapat menimbulkan beban fisik maupun psikologis, terutama akibat kekhawatiran terhadap perburukan kondisi dan kemungkinan kehilangan pasien. Kondisi ini dapat memicu munculnya duka antisipasi, yaitu respons berduka yang muncul lebih awal sebelum kematian orang yang dicintai. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat duka antisipasi pada pengasuh keluarga pasien GGK di Unit Hemodialisis RSUD dr. R Soetrasno Rembang. Metode: Menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengasuh keluarga pasien GGK di Unit Hemodialisis RSUD dr. R Soetrasno Rembang. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Marwit-Meuser caregiver Grief Inventory - Short Form (MM-CGI-SF). Hasil: Karakteristik responden didominasi oleh jenis kelamin perempuan (69,8%), kelompok usia dewasa tengah (40,7%), tingkat pendidikan SMA (47,7%), lama waktu perawatan lebih dari 24 bulan (48,8%), dan memiliki hubungan sebagai pasangan pasien (81,4%). Tingkat duka antisipasi pada responden menunjukkan kategori sedang sebanyak 46 orang (53,5%), kategori tinggi sebanyak 27 orang (31,4%), dan kategori rendah sebanyak 13 orang (15,1%). Simpulan: Mayoritas pengasuh keluarga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. R Soetrasno Rembang mengalami duka antisipasi dalam kategori sedang 46 orang (53,5%)
Copyrights © 2026