Latar Belakang : Sekolah dasar seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa dalam belajar serta berkembang secara optimal. Lingkungan pendidikan yang kondusif dapat membantu meningkatkan motivasi belajar dan membentuk karakter positif pada anak. Namun, realitas menunjukkan bahwa kasus bullying masih marak terjadi di sekolah dasar,serta berdampak bagi psikologis maupun akademis pada anak tersebut contohnya kecemasan yang berlebih atau enggan menemui, berinteraksi secara aktif dan keengganan untuk belajar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan motivasi belajar korban bullying pada pelajar MI Muhammadiyah Bangunsari. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 128 dan teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner HARS untuk menilai variabel tingkat kecemasan dan kuesioner motivasi belajar untuk menilai variabel tingkat motivasi belajar dengan analisis bivariat menggunkan uji statistik kendall tau. Hasil : tingkat kecemasan dan motivasi belajar memiliki hubungan yang sangat erat dengan nilai p-value <0,001. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat mempengaruhi motivasi belajar rendah sementara tingkat kecemasan yang rendah dapat mempengaruhi motivasi belajar yang tinggi pada pelajar korban bullying. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang segnifikan antara tingkat kecemasan dengan motivasi belajar korban bullying pada pelajar MI Muhammadiyah Bangunsari.
Copyrights © 2026