Sebuah perusahaan kosmetik menghadapi kendala dalam distribusi dan logistik, khususnya di gudang bahan baku, karena banyaknya waste yang mengakibatkan keterlambatan pemenuhan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan, menggunakan value stream mapping dan process activity mapping serta menemukan akar masalah dengan metode interrelationship. Usulan perbaikan mencakup penggantian stempel manual dengan otomatis, optimalisasi sistem informasi, pengaturan ulang area karantina, dan pembuatan kanban incoming. Hasil setelah perbaikan menunjukkan penurunan aktivitas keterlambatan dari 15,42% menjadi 9,72% dan penurunan aktivitas non-value added (NVA) dari 18,89% menjadi 12,61%. Efisiensi siklus proses meningkat sebesar 3,70%, dari 60,90% menjadi 64,60%. Kesimpulannya, usulan perbaikan berhasil meningkatkan efisiensi operasional gudang bahan baku secara signifikan.
Copyrights © 2026