Latar Belakang: Waktu tunggu merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit sekaligus komponen penting yang memengaruhi kepuasan pasien rawat jalan. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aulia Jakarta menghadapi keluhan pasien terkait lamanya waktu tunggu serta indikasi pasien batal berobat, sehingga diperlukan gambaran awal mengenai kondisi waktu tunggu pelayanan rawat jalan di rumah sakit tersebut. Tujuan: Memperoleh gambaran awal mengenai waktu tunggu pelayanan rawat jalan serta kesesuaiannya dengan SPM Rumah Sakit di RSIA Aulia Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi pendahuluan (preliminary study) dengan desain deskriptif, memanfaatkan data survei kepuasan pasien rawat jalan (Desember 2013, n=230), data rekapitulasi komplain pasien tahun 2013, dan observasi langsung terhadap waktu tunggu pasien pada hari sibuk (peak hour), yaitu Sabtu, 1 Maret 2014 (n=128), di enam poliklinik RSIA Aulia. Hasil: Survei pendahuluan menunjukkan 23% pasien menilai pelayanan rawat jalan baik, 67% cukup, dan 7% kurang baik. Pada hari observasi, 4,8% pasien (7 dari 135 pasien yang mendaftar) batal berobat. Total waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Poliklinik Anak dan Poliklinik Kandungan sebagian besar melebihi SPM (≤ 60 menit), yaitu 90% pasien Poli Anak dan 53,12% pasien Poli Kandungan menunggu lebih dari 60 menit, sedangkan Poliklinik Penyakit Dalam, Gigi, Umum, dan KIA sebagian besar telah memenuhi standar tersebut. Keterlambatan praktik dokter merupakan keluhan pasien yang paling banyak tercatat sepanjang tahun 2013. Kesimpulan: Waktu tunggu pelayanan rawat jalan di RSIA Aulia, khususnya di Poliklinik Anak dan Kandungan yang memiliki volume kunjungan tertinggi, belum sepenuhnya memenuhi SPM Rumah Sakit. Diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam untuk menggali faktor input dan proses pelayanan yang memengaruhi kondisi tersebut.
Copyrights © 2026